earlye07's blog

Just another weblog

kanker prostat

Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan penyebab kematian ketiga akibat kanker di Indonesia setelah kanker nasofaring dan kanker paru. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah mencangkokkan isotop Iodium-125 pada jaringan kanker tersebut.
Kanker prostat adalah tumor ganas yang tumbuh pada kelenjar prostat dalam sistem reproduksi pria. Sel ganas ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lain, terutama tulang dan limpa. Penyakit ini, antara lain, dapat menimbulkan rasa sakit dan kesulitan saat buang air kecil dan disfungsi erektil.
Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun. Secara umum kanker prostat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu kanker yang masih terbatas dalam organ prostat (kanker dini) dan yang sudah menyebar keluar prostat baik ke organ sekitar maupun metastasis (penyebaran) jauh (kanker lanjut) (Widjojo 2007).
Meski tergolong penyebab ketiga kematian akibat kanker—yang mencapai total sekitar 800.000 kasus per tahun—di Indonesia, menurut American Cancer Society, kanker prostat paling jarang dialami pria Asia, termasuk Indonesia. Sebaliknya, banyak dijumpai di Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat. Penanganan kanker prostat di Indonesia, seperti dikemukakan Netty Adelima Siagian dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dibedakan dalam stadiumnya.
Pada stadium awal dilakukan prostatektomi—pengangkatan prostat dan radioterapi. Sedangkan pada stadium lanjut dilakukan kemoterapi.
Radioterapi pada kanker prostat stadium awal dapat berupa radiasi eksternal, yaitu menggunakan teknik konvensional, IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) atau IGRT (Image Guided Radiation Therapy). IMRT adalah teknik pemberian radiasi dengan dosis sangat tinggi untuk jaringan tumor tanpa menimbulkan kerusakan berat pada jaringan normal di sekitarnya.
Karena letaknya yang mengelilingi pangkal saluran kemih (uretra) yang terletak di bawah kandung kemih, maka jika kelenjar prostat membengkak, kelenjar prostat dapat menekan saluran kemih sehingga air kencing menjadi tidak lancar atau bahkan tersumbat. Gejala yang ditimbulkan oleh pembengkakan kelenjar prostat hampir mirip dengan gejala kanker prostat. Karena itu, seorang pria dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan bila mengalami gejala tersebut, untuk memastikan apakah hanya karena pembesaran kelenjar prostat atau gejala adanya kanker prostat. Untuk mengetahui secara dini adanya kanker prostat, pria dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur setahun sekali berupa:
1. Pemeriksaan fisik: Digital Rectal Examination (DRE) atau pemeriksaan colok dubur.
2. Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) kelenjar prostat.
3. Pemeriksaan kadar PSA (Prostat Spesific Antigen) dalam darah.
Penyebab dan Faktor Resiko
Seperti jenis kanker lainnya, penyebab kanker prostat belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang pria terserang penyakit ini, antara lain:
1. Riwayat medis keluarga penderita kanker prostat.
2. Usia di atas 50 tahun.
3. Obesitas.
4. Perokok.
5. Konsumsi alkohol.
6. Kurang berolahraga.
Gejala Kanker Prostat
1. Sulit berkemih.
Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit – sedikit. Gejala ini akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih.
2. Nyeri saat berkemih.
Problem ini juga disebabkan adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.
3. Keluar darah saat berkemih.
Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar – samar atau hanya berwarna merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.
4. Sulit ereksi atau menahan ereksi.
Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.
5. Sulit Buang Air Besar (BAB) dan ada masalah saluran pencernaan lainnya.
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor, pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran pencernaan bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.

6. Nyeri terus menerus di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas.
Sering kali, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan.
7. Sering berkemih di malam hari.
Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.
8. Urin yang menetes atau tidak cukup kuat.
Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.
9. Usia di atas 50 dan mempunyai faktor resiko.
Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin.
Gejala kanker prostat
Biasanya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah mencapai stadium lanjut.
Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih.Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran air kemih melalui uretra.Kanker prostat bisa menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah) atau menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak.
Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal).Kanker tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang).
Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia.
Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya.
Gejala lainnya adalah:
• Segera setelah berkemih, biasanya air kemih masih menetes-netes
• Nyeri ketika berkemih
• Nyeri ketika ejakulasi
• Nyeri punggung bagian bawah
• Nyeri ketika buang air besar
• Nokturia (berkemih pada malam hari)
• Inkontinensia uri (beser)
• Nyeri tulang atau tulang nyeri jika ditekan
• Hematuria (darah dalam air kemih)
• Nyeri perut
• Penurunan berat badan.

Pencegahan Kanker Prostat
1. Pola hidup sehat: konsumsi banyak sayuran dan buah, kurangi makanan berlemak, hindari rokok dan alkohol, konsumsi makanan/minuman yang mengandung antioksidan dan omega-3.
2. Berolahraga.
Banyak dokter mengamati bahwa pria bertubuh bugar jarang mengalami masalah prostat ketimbang mereka yang lebih banyak duduk.
3. Melakukan pemeriksaan yang teratur (1 tahun sekali), terutama bagi yang memiliki faktor resiko yang tinggi untuk terkena kanker prostat.
Obat Kanker Prostat
Untuk mengatasi kanker, seseorang bisa memilih pengobatan kanker secara medis atau pengobatan kanker alternatif. Jika pengobatan kanker prostat secara medis yang dipilih, maka tindakan yang umum dilakukan adalah operasi (pembedahan), radiasi (penyinaran), dan kemoterapi. Sedangkan pengobatan kanker alternatif adalah pengobatan yang dilakukan secara tradisional, biasanya meliputi penggunaan herbal antikanker, akupuntur, akupresur, homeopati,dll.
Biasanya, semakin dini keberadaan kanker diketahui, maka semakin besar peluang untuk sembuh. Kanker prostat pada stadium dini dapat disembuhkan melalui operasi (pembedahan) atau radiasi. Tapi, pada stadium lanjut, dimana kanker sudah menyebar ke berbagai bagian tubuh, kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Tindakan medis yang dilakukan pada saat itu, hanya bersifat mengontrol. Namun, jangan berputus asa dulu. Banyak penderita kanker yang pantang menyerah, telah mencoba pengobatan kanker alternatif dengan menggunakan ekstrak herbal antikanker, dan hasilnya terbukti ampuh, di samping harganya yang terjangkau dan tanpa efek samping.
Salah satu herbal antikanker yang saat ini banyak diminati sebagai obat kanker adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendans) yang berasal dari pedalaman hutan-hutan di Papua. Sarang Semut mengandung banyak senyawa aktif yang dapat digunakan sebagai obat kanker stadium awal ataupun stadium akhir. Dr. M. Ahkan Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker, maka Sarang Semut sangat tepat digunakan sebagai obat kanker dan tumor, termasuk sebagai obat kanker prostat.
Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik sebagai pencegah dan obat kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme mekanisme tersebut.
Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Maka, tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang sangat cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.
Tak hanya itu, Sarang Semut juga mengandung mineral seng. Mineral seng sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan prostat.
Patut diperhatikan bahwa penderita gangguan prostat cenderung kekurangan seng dalam tubuh mereka. Dengan limpahnya berbagai kandungan senyawa aktif yang ditemukan di dalamnya, Sarang Semut benar-benar terbukti efektif sebagai obat kanker alami sehingga dapat digunakan sebagai obat kanker prostat. Banyak orang telah membuktikan sendiri khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit berat termasuk untuk pengobatan kanker prostat. Umumnya, proses kesembuhan sudah bisa dirasakan setelah 1-2 bulan penggunaan saja.
Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada pria diatas 74 tahun.Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun.Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia diatas 60 tahun, petani, pelukis dan pemaparan kadmium.
Angka kejadian terendah ditemukan pada pria Jepang dan vegetarian (Anonim 2007).Kanker prostat dikelompokkan menjadi:
• Stadium A : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.
• Stadium B : tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.
• Stadium C : tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.
• Stadium D : kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).
Gambar kanker prostat

Cara Mendiagnosa Kanker Prostat
Cara terbaik untuk menyaring kanker prostat adalah melakukan pemeriksaan colok dubur dan pemeriksaan darah.Colok dubur pada penderita kanker prostat akan menunjukkan adanya benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan.
Pada pemeriksaan darah dilakukan pengukuran kadar antigen prostat spesifik(PSA), yang biasanya meningkat pada penderita kanker prostat, tetapi juga bisa meningkat (tidak terlalu tinggi) pada penderita BPH.Jika pada pemeriksaan colok dubur ditemukan benjolan, maka dilakukan pemeriksaan USG.Dengan melakukan rontgen atau skening tulang, bisa diketahui adanya penyebaran kanker ke tulang.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
• Analisa air kemih
• Sitologi air kemih atau cairan prostat
• Biopsi prostat.
Pengobatan Kanker Prostat
Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan.
Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung kepada stadiumnya:
• Pada stadium awal bisa digunakan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran
• Jika kanker telah menyebar, bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi.
Pembedahan untuk kanker prostat
1. Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat).
Seringkali dilakukan pada kanker stadium A dan B.
Prosedurnya lama dan biasanya dilakukan dibawah pembiusan total maupun spinal.Sebuah sayatan dibuat di perut maupun daerah perineum dan penderita harus menjalani perawatan rumah sakit selama 5-7 hari.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensia dan inkontinensia uri.Pada penderita yang kehidupan seksualnya masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing radical prostatectomy.
2. Orkiektomi (pengangkatan testis, pengebirian).
Pengangkatan kedua testis menyebabkan berkurangnya kadar testosteron, tetapi prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
Orkiektomi adalah pengobatan yang efektif, tidak memerlukan pengobatan ulang, lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan dan sesudah menjalani orkiektomi penderita tidak perlu menjalani perawatan rumah sakit.
Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang telah menyebar.

Terapi penyinaran untuk pengobatan kanker prostat
Terapi penyinaran terutama digunakan untuk mengobati kanker stadium A, B dan C.Biasanya jika resiko pembedahan terlalu tinggi, maka dilakukan terapi penyinaran.Terapi penyinaran terhadap kelenjar prostat bisa dilakukan melalui beberapa cara:
1. Terapi penyinaran eksterna, dilakukan di rumah sakit tanpa perlu menjalani rawat inap.
Efek sampingnya berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (misalnya kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih) dan hematuria.
Terapi penyinaran eksterna biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.
2. Pencangkokan butiran yodium, emas atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil.
Keuntungan dari bentuk terapi penyinaran ini adalah bahwa radiasi langsung diarahkan kepada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.
Pengobatan menggunakan obat
1. Manipulasi hormonal.
Tujuannya adalah mengurangi kadar testosteron.
Penurunan kadar testosteron seringkali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker.
Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, yaitu misalnya pada penderita yang kankernya telah menyebar.
Obat sintetis yang fungsinya menyerupai LHRH (luteinizing hormone releasing hormone), semakin banyak digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut. Contohnya adalah lupron atau zoladeks.Obat ini menekan perangsangan testis terhadap pembentukan testosteron (hal seperti ini disebut pengebirian kimiawi karena memiliki hasil yang sama dengan pengangkatan testis).Obat diberikan dalam bentuk suntikan, biasanya setiap 3 bulan sekali.Efek sampingnya adalah mual dan muntah, wajah kemerahan, anemia, osteoporosis dan impotensi.
Obat lainnya yang digunakan untuk terapi hormonal adalah zat penghambat androgen (misalnya flutamid), yang berfungsi mencegah menempelnya testosteron pada sel-sel prostat.
Efek sampingnya adalah impotensi, gangguan hati, diare dan ginekomastia (pembesaran payudara).
2. Kemoterapi
Kemoterapi seringkali digunakan untuk mengatasi gejala kanker prostat yang kebal terhadap pengobatan hormonal.
Biasanya diberikan obat tunggal atau kombinasi beberapa obat untuk menghancurkan sel-sel kanker.
Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati kanker prostat adalah:
- Mitoxantron
- Prednisone
- Paclitaxel
- Dosetaxel
- Estramustin
- Adriamycin.
Efek sampingnya bervariasi dan tergantung kepada obat yang diberikan.
Pemantauan yang perlu dilakukan untuk kanker prostat
Apapun jenis pengobatan yang dijalaninya, penderita akan dipantau secara ketat mengenai perkembangan penyakitnya.
Pemantauannya meliputi:
• Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA (biasanya setiap 3 bulan – 1 tahun).
• Skening dan/atau CT scan tulang untuk mengetahui penyebaran kanker.
• Pemeriksaan darah lengkap untuk memantau tanda-tanda dan gejala anemia.
• Pemantauan tanda dan gejala lainnya yang menunjukkan perkembangan penyakit (misalnya kelelahan, penurunan berat badan, nyeri yang semakin hebat, penurunan fungsi usus dan kandung kemih serta kelemahan).
Pria dengan jumlah kalsium paling besar dalam diet mereka beresiko dua kali lebih besar terkena kanker prostat, dibanding mereka yang makan lebih sedikit kalsium. Perbedaan ini kira-kira sama dengan perbedaan antara konsumsi kalsium tinggi dan rendah dalam studi di negara Barat.
Usia di atas 50 tahun memang merupakan salah satu faktor resiko untuk kanker prostat. Lebih dari 65 persen dari seseorang yang baru didiagnosa kanker prostat berusia 65 tahun keatas. sebagai tambahan 90 persen dari kematian karena kanker prostat terdapt pada usia pria diatas 65,4 tahun (Anonim 2009)
Memperbaiki keadaan kesehatan umum.
1.Jaga agar berat badan Anda berada pada berat ideal untuk tinggi Anda. Jika Anda menderita obesitas maka temui ahli gizi untuk mengatur diet yang seimbang. Kombinasikan juga dengan kegiatan olahraga.
2. Minum banyak air. Air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu mengurangi racun – racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari adalah 6 – 8 gelas sehari. Kopi dan teh tidak termasuk dalam konsumsi air.
3. Kurangi minum alkohol.
4. Makan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit.
5. Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan sarden.
6. Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel
7. Kurangi konsumsi daging – dagingan dan lemak
8. Pastikan Anda mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E
9. Terakhir, kurangi stres dan depresi. Carilah kesibukan atau olahraga demi membantu menenangkan pikiran (Kompas 2009).